You need to enable javaScript to run this app.

SMP NEGERI 6 SINGARAJA IKUTI JAMBORE GURU PENULIS PGRI BALI TINGKAT NASIONAL

  • Senin, 07 Juli 2025
  • SMP Negeri 6 Singaraja
  • 0 komentar
SMP NEGERI 6 SINGARAJA  IKUTI JAMBORE GURU PENULIS PGRI BALI TINGKAT NASIONAL

I Made Jimat, S.Pd., M.Pd., C.PIM : Kepala SMP Negeri 6 Singaraja, ikut serta Jambore Guru Penulis PGRI Bali Tingkat Nasional di Denpasar, Senin, 7 Juli 2025

Dalam upaya mendorong lahirnya pendidik yang tidak hanya cakap mengajar tetapi juga aktif menulis, PGRI Provinsi Bali menyelenggarakan Jambore Guru Penulis Tingkat Nasional yang berlangsung pada hari Senin, 7 Juli 2025, bertempat di Gedung Wanita Nari Graha Denpasar. Kegiatan besar ini menjadi panggung aktualisasi guru-guru Bali yang berkomitmen menumbuhkan budaya literasi, baik melalui karya opini maupun fiksi.

Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan guru dari berbagai kabupaten/kota di Bali, termasuk Kepala SMP Negeri 6 Singaraja, I Made Jimat, S.Pd., M.Pd., C.PIM, yang turut hadir sebagai peserta aktif dalam sesi pelatihan dan diskusi.

Acara secara resmi dibuka oleh Ibu Suastini Koster, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peran guru dalam membangun peradaban bangsa melalui kekuatan narasi. Beliau mengajak para guru untuk menulis sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial, bukan hanya untuk dokumentasi, tetapi sebagai alat perubahan yang berdampak luas.

Dalam kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00–15.30 WITA ini, para peserta mendapatkan materi utama dari Asosiasi Penulis PGRI Pusat, yang memfokuskan pelatihan pada dua hal utama: menulis opini yang kritis dan inspiratif, serta menulis fiksi yang menyuarakan nilai-nilai kehidupan dan kemanusiaan. Proses pelatihan dilakukan secara hybrid (daring dan luring), memungkinkan partisipasi lebih luas dari guru-guru di seluruh Indonesia.

Kepala SMP Negeri 6 Singaraja, I Made Jimat, menyampaikan kesan positif atas kegiatan ini: “Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang sangat bermakna. Menulis opini memberi peluang bagi guru untuk menyuarakan pemikiran kritis terhadap isu pendidikan, sedangkan menulis fiksi membuka pintu refleksi dan ekspresi nilai-nilai luhur dalam bentuk cerita. Saya sangat terdorong untuk terus menulis dan mengajak guru-guru lainnya di SMPN 6 Singaraja untuk melakukan hal yang sama,” ujarnya.

SMP Negeri 6 Singaraja sendiri terus berkomitmen menumbuhkan budaya literasi guru melalui berbagai program sekolah, seperti pojok literasi, penerbitan antologi karya guru dan siswa, hingga kolaborasi dengan komunitas penulis lokal. Kegiatan ini juga selaras dengan ditetapkannya SMP Negeri 6 Singaraja sebagai Sekolah Literasi Nasional selama 4 tahun berturut-turut melalui wadah Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional yang diselenggarakan rutin setiap tahunnya oleh Nyalanesia. 

Dengan mengikuti jambore ini, diharapkan semangat menulis guru akan semakin kuat dan mampu melahirkan karya-karya bermutu yang berkontribusi bagi dunia pendidikan, budaya, dan kemanusiaan.

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

I Made Jimat., S.Pd.,M.Pd.

- Kepala Sekolah -

Seraya memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan yang Maha Esa, disertai perasaan bangga saya menuliskan kata sambutan Kepala sekolah,...

Berlangganan
Jajak Pendapat

Bagaimana Pendapat Anda tentang SMP Negeri 6 Singaraja

Hasil