You need to enable javaScript to run this app.

Final Bulan Bahasa Bali 2026 di Spensixraja: Menguatkan Jati Diri, Merawat Warisan Budaya

  • Jum'at, 13 Maret 2026
  • SMP Negeri 6 Singaraja
  • 0 komentar
Final Bulan Bahasa Bali 2026 di Spensixraja: Menguatkan Jati Diri, Merawat Warisan Budaya
Tanggal 28 Februari 2026 menjadi hari yang penuh makna bagi keluarga besar SMP Negeri 6 Singaraja. Hari itu merupakan puncak pelaksanaan Bulan Bahasa Bali 2026, saat seluruh cabang lomba memasuki babak final dan semangat Atma Kerti benar-benar terasa hidup di tengah-tengah siswa.
Sejak pagi, suasana sekolah dipenuhi antusiasme dan harapan. Para finalis tampil dengan persiapan yang matang dan kepercayaan diri yang semakin kuat. Final Lomba Puisi Bali menghadirkan untaian kata yang menyentuh rasa, Pidarta Bali menggema dengan pesan-pesan penuh makna, sementara Sekar Alit dan Satua Bali menghidupkan kembali keindahan tradisi lisan yang sarat nilai kehidupan. Lomba MC Bali menampilkan kepiawaian siswa dalam bertutur santun dan komunikatif, sedangkan final Karaoke Pop Bali memeriahkan suasana dengan harmoni lagu-lagu Bali yang menggugah semangat.
Pada hari yang sama, 28 Februari 2026, dilaksanakan pula Lomba Translate Cerpen Bahasa Indonesia ke Bahasa Bali. Lomba ini menjadi salah satu wujud nyata penguatan literasi di SMP Negeri 6 Singaraja. Para peserta tidak hanya menerjemahkan kalimat, tetapi juga menafsirkan makna, rasa, dan nilai cerita ke dalam bahasa Bali yang tepat dan selaras. Dari proses inilah terlihat bahwa bahasa Bali bukan sekadar alat komunikasi, melainkan ruang berpikir, ruang berkarya, dan ruang menjaga identitas.
Setelah seluruh rangkaian final berakhir, tibalah saat yang paling dinantikan: pengumuman para juara. Suasana haru dan bangga menyelimuti para peserta. Tepuk tangan mengiringi setiap nama yang disebutkan, bukan hanya sebagai tanda kemenangan, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan usaha yang telah diberikan. Pada akhirnya, seluruh peserta adalah bagian dari kemenangan bersama—kemenangan budaya yang tetap hidup di lingkungan sekolah.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMP Negeri 6 Singaraja, Bapak I Made Jimat, S.Pd., M.Pd., menyampaikan arahan yang penuh motivasi. Beliau menegaskan bahwa Bulan Bahasa Bali bukan hanya agenda tahunan, melainkan tanggung jawab moral generasi muda dalam menjaga warisan leluhur. Beliau mengajak seluruh siswa untuk terus bangga menggunakan Basa Bali, melestarikan Aksara Bali, serta menghidupkan Sastra Bali dalam kehidupan sehari-hari. Menurut beliau, kecerdasan akademik harus berjalan seiring dengan kekuatan identitas budaya.
Rangkaian kegiatan yang ditutup pada hari itu meninggalkan kesan mendalam. Bulan Bahasa Bali 2026 bukan sekadar perlombaan, tetapi perjalanan untuk menyadarkan bahwa bahasa adalah akar jati diri. Ketika generasi muda menjaga bahasanya, sesungguhnya mereka sedang menjaga masa depan budayanya.
Di Spensixraja, semangat Atma Kerti telah tumbuh dan bersemi. Dan selama bahasa tetap terucap, aksara tetap dituliskan, serta sastra tetap diapresiasi, budaya Bali akan selalu bernyawa dalam langkah generasi penerusnya. ????✨
Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

I Made Jimat., S.Pd.,M.Pd.

- Kepala Sekolah -

Seraya memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan yang Maha Esa, disertai perasaan bangga saya menuliskan kata sambutan Kepala sekolah,...

Berlangganan
Jajak Pendapat

Bagaimana Pendapat Anda tentang SMP Negeri 6 Singaraja

Hasil